SIARANPUBLIK.ID, PASURUAN Menciptakan lapangan kerja melalui program padat karya digelar Dinas Tenaga Kerja Pemkot Pasuruan, Selasa...
SIARANPUBLIK.ID, PASURUAN
Menciptakan lapangan kerja melalui program padat karya digelar Dinas Tenaga Kerja Pemkot Pasuruan, Selasa 13/11/2018). Tujuan diadakannya padat karya, adalah untuk mengatasi tingkat pengangguran, warga yang sedang tidak bekerja, kehilangan pekerjaan sementara, diberhentikan sementara atau PHK dan pekerja musiman yang belum bekerja sampai saat ini.
Dengan cara ini diharapkan dapat membantu perekonomian atau pendapatan masyarakat sementara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 3 kelurahan. Yaitu, Kelurahan Krapyakrejo, Kelurahan Randusari dan Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Padat karya ini dibuka oleh Wakil Walikota Pasuruan, H. Raharto Teno Prasetyo di lapangan Jolodaran Kelurahan Krapyakrejo. Hadir dalam acara ini, Wakil Ketua I DPRD Kota Pasuruan, Jajaran Forkopimda, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat serta Lurah.
“Tujuan kegiatan padat karya adalah pendayagunaan tenaga kerja penganggur dan setengah penganggur serta memberikan kesempatan kerja untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga yang sifatnya sementara sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya," jelas H. Mahbub Efendi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkot Pasuruan.
Lanjut Mahbub, sasaran dari kegiatan ini adalah 132 pekerja di 3 Kelurahan Kota Pasuruan. Di setiap kelurahan terdiri dari 44 orang. Jenis kegiatan normalisasi/pengerukan saluran air, Jam kerja pukul 07.00 Wib sampai dengan 11.30 Wib. Selama 30 hari, dalam seminggu bekerja selama 6 hari dengan upah per hari sebesar Rp. 50.000,- .
Sedang Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, ST, berharap dengan kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya. Penciptaan lapangan kerja (padat karya) membersihkan saluran air, paling tidak nantinya dapat sebagai antisipasi banjir bila musim hujan nanti.
Tidak itu saja, juga mengurangi timbulnya penyakit demam berdarah dengan pengerukan atau normalisasi saluran-saluran tersier sekitar perumahan atau pemukiman. Teno menghimbau agar masyarakat ikut menjaga kebersihan saluran air, sungai, dengan jangan membuang sampah ke sungai atau selokan agar bersih dan mampet. (zaelani)


