Pengakuan Blak-Blakan Eks Pasien Covid-19, Ini Penuturannya

Pasuruan - Pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 angkat bicara soal penanganan tim gugus tugas Covid-19 Kota Pasuruan yang dinilai...



Pasuruan - Pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 angkat bicara soal penanganan tim gugus tugas Covid-19 Kota Pasuruan yang dinilai tidak terbuka soal hasil rapid tes dan swab. Juga penanganan sewaktu  isolasi mandiri yang tidak jelas standarnya, dan tidak ada penanganan pasca sembuh termasuk publikasi kesembuhan pasien.

Inilah curahan hati seorang korban corona dari Kelurahan Karanganyar. Ayu, ayah dan ibunya pernah divonis positif corona di pertengahan bulan Ramadhan lalu.

Ayu, panggilan keseharian Ayu Novelis bersama ibu dan ayahnya merasa  dijadikan kambing hitam  dengan ditetapkan positif corona di awal bulan Ramadhan lalu tanggal 20 Mei 2020.

Dia tidak diberi dokumen hasil tes swabnya dari rumah sakit atau laboratorium yang memeriksa swabnya. Dia hanya diberi tahu secara lisan oleh petugas yang katanya positif corona. Padahal dia dan ayahnya dalam kondisi tidak ada gejala Covid-19.

"Saya merasa dibohongi karena tidak ada bukti otentik hasil uji swab hingga saya dinyatakan positif korona. Saya di rapid dan di swab karena saya dan ayah sedang menunggu ibu yang sedang sakit. Tapi yang menjadi tanda tanya, dokumen hasil swab dari lab tidak pernah ditunjukan kepada saya, "kata Ayu, di rumahnya, Minggu (14/06).

Ayu menuturkan curahan batinnya itu akibat beban berat yang ditanggungnya karena cap yang disandangnya sebagai orang yang terjangkit korona menjadi stigma buruk di masyarakat. Walaupun dirinya sudah dinyatakan sembuh dibuktikan dengan selembar kertas yang ditulis oleh tim gugus tugas Covid-19, cap itu seolah tidak mau terhapus dari namanya dan keluarganya.

"Saya sekeluarga terpenjara sosial, Tetangga, teman bahkan saudara tidak satupun yang mendekat pada saya sekeluarga. Bukan mereka benci, tapi tidak tahu dan tidak yakin kalau saya sekeluarga sudah sembuh dari corona. Sebab, tidak pernah ada pengumuman atau berita yang memberitakan kesembuhan kami, "tuturnya.

Ketika  ibundanya berpulang ke Rahmatullah  tanggal 3 Juni 2020. Di hari yang sama dia dinyatakan negatif corona . Tetangga sekitar seolah takut melayat jenazah ibunya. Ayu berupaya meyakinkan warga dengan menunjukan surat keterangan negatif corona dari tim gugus tugas. Sampai-sampai surat keterangan sembuh tersebut oleh ayahnya ditempelkan di sebuah pohon di depan rumahnya. Barulah satu persatu warga datang untuk ngurusi jenazah hingga ke  pemakaman.

"Tidak hanya saat ibu meninggal dunia, ketika saya mendaftarkan anak saya ke sekolah TK, saya merasakan stigma buruk seorang korban corona masih menjadi momok dimasyarakat. Ketika tahu saya warga Kelurahan Karangannyar  yang pernah terjangkit corona, anak saya tidak diterima di sekolah TK itu. Untungnya sekolahTK lainnya mau menerima anak saya. "Jlentreh Ayu.

Sebetulnya, derita terpenjara sosial yang dialaminya pasca dinyatakan sembuh, hanya sebagian dari perjalanan deritanya. Bagian lain yang tidak kalah pedih ketika menjalani isolasi mandiri. Dia sekeluarga ayah, ibu, nenek dan ketiga anaknya yang masih balita harus pisah dari warga sekitar, teman dan saudaranya selama 14 hari. Janji pemerintah pusat yang akan membantu korban Covid-19 mulai dari biaya rumah sakit hingga kebutuhannya, sudah ramai tayang di televisi. Berita itu menyejukkan pikirannya.

Akan tetapi, faktanya sangat berbeda. Ayu sekeluarga setiap hari hanya mendapat jatah nasi kotak sebanyak jumlah keluarganya selama 14 hari dan obat. Namun, tiga anak balitanya yang masih butuh susu dan pampers tidak bisa dipenuhinya. Belum lagi ibunya yang sakitnya semakin parah juga membutuhkan pampers dan kebutuhan lainnya. Ayu tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menangisi kondisi anak dan ibunya.

Dia sebagai penopang ekonomi keluarga tidak bisa lagi bekerja akibat isolasi tersebut. Tabungannya habis untuk biaya pengobatan ibundanya. Penderitanya  semakin lengkap ketika dia pun luput dari program  bantuan sosial dan ekonomi dampak corona dari pemerintah.

"Menyandang cap orang yang yang pernah terjangkit corona lebih berat ketimbang cap seorang teroris, "pungkasnya.

Disisi lain, jurubicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dr. Shierl    (bowo)
Nama

Abepura,1,Aceh,24,Aceh Barat,2,Aceh Barat Daya,1,Aceh Besar,3,Aceh Jaya,4,Aceh Tamiang,3,Alor,4,Ambarawa,1,Ambon,15,Artikel,25,Badung,3,Balangan,2,Bali,138,Balikpapan,4,Balitata,1,Banda Aceh,7,Bandar Lampung,3,Bandung,5,Bangkalan,1,Bangli,4,Banjarbaru,1,Banjarbaru Kalsel,1,Banjarmasin,5,Banjarnegara,1,Banten,5,Bantul,1,Banyuasin,3,Banyumas,1,Banyuwangi,1,Barabai,55,Barito Utara,1,Barito Utara Kalteng,1,Batam,3,Batang,1,Bekasi,7,Belawan,1,Belu,10,Bengkayang,8,Bengkayang Kalbar,1,Berita,855,Bima,5,Bisnis,3,Blitar,40,Blora,1,Bolmong,1,Bondowoso,2,Boyolali,2,Budaya,5,Buleleng,1,Bulungan,2,Cepu,2,Ciamis,1,Cianjur,1,Cikarang,2,Cilacap,34,Cirebon,1,Dabo Singkep,1,Daerah,46,Dairi,1,Dairi Sumut,1,Dapur,1,Denpasar,74,Depok,2,DIY,127,Dompu,1,Dumai,1,Dunia,1,Ekonomi,3,Fakfak,1,Gane Barat,1,Gane Dalam,2,Garut,2,Gianyar,5,Gresik,1,Grobogan,3,Halmahera Selatan,7,Hukum,39,Indragiri Hulu,1,Info,26,Iptek,3,Islami,1,Jabar,18,Jakarta,34,Jambi,1,Jateng,110,Jatim,412,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,15,Jember,6,Jembrana,4,Jepara,7,Jogja,1,Jogjakarta,3,Jombang,5,Kalbar,73,Kalianda,1,Kalimantan,21,Kalsel,140,Kaltara,6,Kalteng,12,Kaltim,3,Kamtibmas,3,Kandangan,2,Kao,1,Kapuas,7,Kapuas Hulu,5,Kapuas Hulu Kalbar,1,Karangasem,3,Kasus,3,Kediri,7,Kelimpungan,1,Kendal,1,Kendari,1,Kepri,4,Kesehatan,25,Ketapang,5,Ketapang Kalbar,1,Klaten,38,Klungkung,4,Kobar,1,Kodam Mulawarman,2,Kodam Tanjungpura,1,Kodam V Brawijaya,12,Kodim 0819 Pasuruan,6,Kodim 0821 Lumajang,13,Kodim 1002 Barabai,1,Kodim Pangkalan Bun,1,Kolaka Sultra,1,Korem 082,1,Korem 083 Bhaladika Jaya,11,Korem 101 Antasari,1,Korupsi,3,Kota Baru,2,Kota Pasuruan,32,Kota Waringin Barat,2,Kota Waringin Timur,1,Kotabaru,3,Kotabaru Kalsel,1,Kotawaringin Barat,1,Kotawaringin Barat Kalteng,1,Kriminal,59,Kubu Raya,7,Kubu Raya Kalbar,1,Kulonprogo,133,Kupang,7,Labuha,1,Lamongan,8,Lampung,16,Lampung Selatan,2,Lampung Tengah,1,Lampung Utara,2,Langkat,1,Lanny Jaya,2,Lingga,1,Lombok,6,Lombok Barat,4,Lombok Tengah,2,Lombok Timur,6,Lombok Utara,1,Lubuklinggau,1,Lumajang,86,Madiun,5,Madura,3,Magelang,4,Magetan,2,Majene,1,Makasar,3,Malaka,1,Malang,29,Malinau,2,Maluku,30,Maluku Tengah,7,Maluku Tengah Maluku,2,Maluku Tenggara,1,Maluku Tenggara Maluku,1,Maluku Utara,13,Mamuju,4,Mamuju Sulbar,1,Manado,3,Manggarai,1,Manggarai Barat,3,Manokwari,2,Mataram,11,Medan,6,Melawi,1,Merauke,4,Metro,1,Meulaboh,1,Militer,18,Minahasa,2,Misteri,4,Mitos,1,Mojokerto,13,Morowali,1,Muara Enim,2,Nagan Raya,1,Narkoba,1,Nasional,49,News,396,Nganjuk,2,Ngawi,13,Nias,1,NTB,35,NTT,36,Nunukan,2,Opini,3,Pacitan,1,Padalarang,1,Palangkaraya,11,Palembang,8,Palu,2,Palu Sulteng,1,Pamekasan,1,Pandeglang,2,Pangkalan Bun,1,Papua,21,Papua Barat,1,Paringin,1,Paringin Kalsel,1,Pariwisata,8,Pasuruan,123,Pati,8,Pekalongan,1,Pekanbaru,1,Pelalawan,1,Pemalang,2,Pemerintahan Kota Pasuruan,1,Pendidikan,1,Peristiwa,14,Pesawaran,4,Pidie,2,Pinrang,1,Polda Bali,1,Politik,15,Pontianak,8,Probolinggo,7,Pulau Buru,1,Purbalingga,2,Purwakarta,1,Purwodadi,1,Purwokerto,1,Ragam,2,Religi,5,Rembang,1,Rengat,1,Riau,5,Rote Ndao,1,Saketa,1,Salatiga,1,Samarinda,2,Sambas,9,Sambas Kalbar,1,Sampang,3,Sanggau,12,Sanggau Kalbar,2,SBB,1,Sejarah,22,Semarang,1,SEO,2,Seram Bagian Barat,2,Serang,2,Sidoarjo,1,Singaraja,3,Singkawang,5,Singkawang Kalbar,1,Sintang,13,Sintang Kalbar,2,Situbondo,3,Sleman,1,Solo,12,Sorong,2,Sosial,44,Sragen,1,Subang,1,Sukabumi,1,Sukoharjo,3,Suku Indonesia,1,Sulawesi,8,Sulawesi Utara,1,Sulbar,4,Sulsel,6,Sulteng,4,Sultra,2,Sulut,6,Sumatra,12,Sumbawa,8,Sumbawa Barat,1,Sumenep,1,Sumsel,13,Sumut,6,Surabaya,34,Surakarta,18,Tabanan,10,Tahukah Anda,14,Takengon,1,Tanah Lot,2,Tangerang,1,Tanggamus,4,Tanggamus Lampung,1,Tanjung Selor,1,Tapaktuan,1,Tasikmalaya,1,Tegal,1,Temanggung,5,Terkini,468,Ternate,2,Tidore,1,Timor Tengah Utara,2,Tips,15,Tips Sehat,21,TMMD 105,1,TNI Polri,10,Tokoh,1,Toli-toli,1,Tolitoli,1,Tolitoli Sulteng,1,Trenggalek,17,TTU,5,Tual,1,Tuban,1,Tulungagung,1,Ungaran,1,Wisata,11,
ltr
item
Siaran Publik: Pengakuan Blak-Blakan Eks Pasien Covid-19, Ini Penuturannya
Pengakuan Blak-Blakan Eks Pasien Covid-19, Ini Penuturannya
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMS6SUV5Ze69qC3R-Y03VG18dncn7u7cXtMZG1FPZhBdYTXq979LmDsOMT-zOLCAQvYG9r2VnA815WpfFTCI-V75jzllk0r4oU_2vjOJ4A3n5PQWa_Kg80Tev4uibK1FwDdVKIPpyUTzU/s640/IMG-20200620-WA0016.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMS6SUV5Ze69qC3R-Y03VG18dncn7u7cXtMZG1FPZhBdYTXq979LmDsOMT-zOLCAQvYG9r2VnA815WpfFTCI-V75jzllk0r4oU_2vjOJ4A3n5PQWa_Kg80Tev4uibK1FwDdVKIPpyUTzU/s72-c/IMG-20200620-WA0016.jpg
Siaran Publik
https://siaranpublik.blogspot.com/2020/06/pengakuan-blak-blakan-eks-pasien-covid.html
https://siaranpublik.blogspot.com/
https://siaranpublik.blogspot.com/
https://siaranpublik.blogspot.com/2020/06/pengakuan-blak-blakan-eks-pasien-covid.html
true
3623902014169286941
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy